Ayoo spirit buat kuliah …

July 22, 2011

Dua Puluh Tahun

Filed under: Life

Dua puluh tahun

Tak terlalu muda untuk bermimpi

Dan tak terlalu tua untuk berkarya

Asal ku tanamkan dan ku camkan dalam hati bahwa aku BISA..

Maka ku tak peduli apapun yang menghalangiku, ku kan tetap coba

 

Dua puluh tahun

Bukanlah masalah usia

Tak pula perkara tenaga

Walau pikir orang semakin tua, semakin banyak masalah

Namun bagiku semakin bertambah usia, seharusnya membuatku semakin sadar bahwa banyak rahmat dan rezeki yang telah Allah berikan padaku

 

Dua puluh tahun

Tidak belasan lagi?

Sudah masuk angka puluhan?

Kontrak hidup semakin sedikit

Biarlah.. karena hal itu memang sudah pasti..

Tetapi akan tetap ku usahakan untuk tetap ku perpanjang, dengan karya-karyaku dan semua jerih payahku

 

Dua puluh,

Lalu tiga puluh,

Kemudian empat puluh

Selanjutnya lima puluh

Sampai akhirnya bertemu pada usia enam puluh..

Semoga disetiap kelipatannya, dapat semakin mendekatkan diri pada Sang Maha Hidup, lagi Maha Kekal..

Allahu Robbuna, Allahu Ghoyatuna.. 

 

26 November 1991 - 26 November 2011

Alhamdulillah..

Terima kasih ya Rabb, Engkau masih memberikan waktu untukku lebih mencintai-Mu dan mensyukuri nikmati-Mu sampai saat ini… :)

July 15, 2010

Hidup atau matikah kalbumu?

Filed under: dakwah untuk Islam

Seorang murid mudah saja menjawab pertanyaan guru agamanya tentang Islam, mendengarkan ceramah dari para ulama yang menyebarkan dakwah. Namun tergetarkah hatinya saat pertanyaan itu terjawab olehnya? Terbesitkah pada kalbunya tentang kebenaran yang ia terima dari segala sisi dirinya?
Sungguh celaka orang yang ketika dibacakan kebenaran atas Islam, namun ia mengabaikannya seraya berkata “aku tahu itu”. Kesombongan dalam dirinya seperti ia ingin menampakan betapa buruknya kondisi kalbunya. Kalbunya haus akan kebenaran Islam, namun jiwanya telah membangun dinding kesombongan yang menutupi kondisi kalbunya itu.
Bacalah ayat dibawah ini:
“Allah Yang Maha Pengasih. Yang telah Mengajarkan al Qur’an. Dia Menciptakan manusia, Mengajarinya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk(kepada-Nya). Dan langit telah Ditinggikan-Nya dan dia Ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya), didalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. An Nur : 1-13)

 

 

Lanjutannya … emoticon

Seharusnya Teknik Lingungan, bukan Teknik Telekomunikasi

Filed under: Life

Seorang manusia, normalnya mempunyai impian dan cita-cita yang mampu mengarahkan ia, nanti ke alam masa depannya. Baik itu dalam bidang teknologi, lingkungan, makhluk hidup, seni, ataupun yang lainnya. Dari saat kecil manusia telah dibantu oleh manusia yang lain untuk memilih ingin ‘menjadi apa ia nanti’. Seperti seorang anak yang sejak kecil ditanya oleh orang tuanya, “Nak, ingin menjadi apa engkau saat dewasa nanti?”. Dan normalnya atau lebih tepatnya, anak Indonesia pada umumnya menjawab, “Ingin menjadi dokter, Bu”.
Ya, begitupula dengan diriku. Saat kecil, entah mengapa aku ingin menjadi dokter. Namun, keinginan itu tak berlangsung lama. Karena saat aku menjdapat pelajaran biologi di kelas 2 SMP, aku mencoba berpikir ulang, “apa iya aku mau menjadi seorang dokter?”. Dan akhirnya pertanyaan itu terjawab. Aku tidak ingin menjadi dokter.
Waktu terus berjalan sampai aku menginjak bangku SMA, tanpa ku sadari, aku hidup tanpa mempunyai cita-cita, ‘ingin menjadi apa aku nanti?’. Saat penerimaan mahasiswa, aku mencoba melakukan hal yang telah lama tak ku lakukan oleh diriku, yaitu berbicara dengan hatiku, berbicara dengan diriku sendiri. Aku tanyakan lagi apa yang paling membahagiakan dalam hidupku, pekerjaan apa yang dapat membuatku merasa senang. Akhirnya aku temukan, aku ingin menjadi seorang ahli meteorologi. Ya, aku tahu, pekerjaan itu bukanlah pekerjaan yang cukup menyenangkan untuk banyak orang. Memerhatikan cuaca, memrakirakan cuaca bak seorang peramal, but so what. Memang itu kecenderungan kesenanganku. Kemudian aku mantapkan hati untuk mengikuti tes masuk akademi pendidikan tersebut, namun Allah berkehendak lain. Aku tidak diterima.
Kecewa tiada guna, hadapi dengan senyum dan kuatkan kembali azam yang telah rapuh karena tergeras kekecewaan. Aku kembali bangkit dan mencoba lagi. Kali ini, ujian yang diikuti lebih dari 27.000 siswa dan non siswa se-Indonesia. Namun kali ini, tak aku masukan jurusan itu, aku ambil jurusan dari cita-citaku yang lain, yaitu guru. Dan, ya! Kali ini aku berhasil. Aku diterima di universitas negeri itu. Heran aku melihatnya, tak ada raut wajah ‘senang sekali’, saat membaca namaku di Harian ibukota. Entah mengapa, aku malah menjadi semakin bingung. Karena, beberapa hari sebelum pengumuman itu keluar, aku telah memantapkan hati untuk melanjutkan kuliah di jurusan teknik telekomunikasi. Walaupun aku tak tahu,’ akan menjadi apa aku nanti’.
Sungguh menyedihkan, kuliah di jurusan tenik telekomunikasi, tetapi aku tidak tahu ‘akan menjadi apa kau nanti’. Melanjutkan kuliah di jurusan yang tak kau ketahui akan berada dimana masa depanmu nanti. Kondisi saat itu sama saja seperti, kau berada diantara dua lorong gelap, yang satu kau sudah tau akan membawamu menuju cita-citamu dan lorong yang satu lagi adalah lorong yang asing bagimu, namun kau sudah terlanjur masuk kedalam lorong panjang dan gelap, mungkin kau tahu di akhir lorong itu akan ada cahaya terang yang akan menyambutmu, tapi cahaya itu tak mampu membuatmu tersenyum bahagia. Karena didalam otak dan pikiranmu, kau masih memikirkan lorong satunya lagi, lorong cita-citamu.
Sejauh kau menjalani hidup sebagai mahasiswa dalam kampus yang tak sesuai dan tak akan mengantarkan pada cita-citamu, aku yakin, kau tetap akan berusaha untuk mencapai cita-citamu itu. Bagaimana aku bisa berbicara seperti itu? Karena saat ini, aku merasakan dengan jelas hal itu ada pada diriku.
 Kemauan seorang manusia tiada batas, semakin kuat kemauannya, semakin nyata cita-citanya.  Dan itulah yang aku rasakan. Aku sangat tertarik pada dunia hewan, lingkungan alam sekitar, dan cuaca. Walaupun aku melanjutkan kuliah di tempat yang sangat kental teknologi informasinya, namun aku tetap berpegang pada cita-citaku. “Mungkin memang tak mungkin lagi kalau aku akan menjadi seorang ahli meteorology, tetapi aku masih mungkin untuk mejadi seorang pemerhati lingkungan dan penyayang hewan dengan ikut bergabung dalam Green Peace”, itulah suara hatiku yang yang terdalam.
 Walau kau tutup rapat-rapat keinginanmu, bagaimanapun ia akan tetap menjadi cerminan pribadimu di usia dewasamu kelak. ^^

kekuatan bermimpi

Filed under: Life

Sebenarnya tak hanya sekadar kekuatan bermimpi. Tetapi lebih kepada tekat yang kuat. Mimpi ada gambaran awal atas impianmu, dan tekad adalah langkah awalnya.. emoticon

January 23, 2009

Lanjutin ke IT TELKOM

Filed under: Uncategorized, Life

Ujian Nasional udah bentar lagi. Temen-temen gw pun udah pada sibuk membendaharai diri mereka dengan segala kesibukan, entah itu les privat, bimbel, les intensif PTN,, atau apalah yang bikin mereka super sibuk. Dan gw juga ikut”an kaya mereka, walaupun ga berlebihan, tapi yaa teteplah ikut bimbel” gitu. Biat persiapan UN ma UAS duank. Kenapa gw ga bilang buat masuk PTN ??? Karena bapak gw udah nyuruh gw untuk masuk IT TELKOM. Sekolah lanjutan yang ga pernah ada di benak gw.

December 31, 2008

my comment for UN

Filed under: my opinion .

UN (united nation) yang dalam bahasa Indonesianya PBB (perserikatan bangsa-bangsa). Sekarng gw kelas 12 dan kebetulan gw tertarik ma dunia internasional. Gw baca di buku sejarah, PBB itu salah satu tujuannya adalah menciptakan perdamaian dunia. Dan harusnya oganisasi yang terbentuk udah cukup lama ini (tepatnya 28 oct 1945 kalo ga salah) bisa menjalankan tugasnya dengan profesional maksud gw bener" bisa menciptakan perdamaian di SELURUH DUNIA, ga cuma di negara adidaya doang atopun di negara" yang di "sayangin" ama nega adidaya. Tau kan maksud gw. Kaya ‘israel’.

Harusnya  PBB tuh bisa ngambil sikap yang tegas ama negara yang mengancam perdamaian dunia dalam segala bentuk. Jangan cuma karena USA ga ngasih dana terus jadinya PBB ga mau ngelanjutin tugasnya. Jangan mau jadi kaya pembokat deh PBB. Berdiri sendiri donk. Tegas ama setiap negara. Sekalipun itu USA. Semangat PBB!emoticon

Filed under: my opinion .

gw ga habis pikir ma orang" yang melancarkan roket ke Paletina. gw bener’ benci mereka. Orang" yang ngelakuin itu semua. Orang’ yang berpikir kalo perang adalah satu’nya cara untuk merebut wilayah orang. Apa sih sebenerna yang ada di otak mereka ?! hah apa !!emoticon

Sumpah, gw emosi banget tiap kali gw liat berita di tv tentang sodara’ sodara gw yang ada di Palestine. Mereka semua tuh ga berdosa. dan harus meninggal gitu aja !

Yang lebih gw keselin dari itu semua adalah PBB tuh udah kaya kambing conge yang bener" conge dan ga mau tau apa yang menimpa Palestine.

Guna apa coba ‘Declaration of Human Right’. Guna apa coba PBB yang jelas" tujuannya jelas" gw baca katanya mewujudkan perdamaian dunia. TAI KUCING !!! emoticonPerdamaian apa sih yang kalian maksud,, Wahai Petinggi" dunia !! Perdamaian satu negara yang mengorbankan perdamaian negara lain. Atau pa sih !!

Gw udah cape ngeliat tingkah laku PBB. yang beda jauh kaya wayang. Yang segala tindak tanduknya selalu di gerakin oleh negara setan yang bernama USA.emoticon

December 12, 2008

Ali Alatas wafat,, Gendys mau jadi Diplomat ..

Filed under: my opinion .

Awalnya gw lupa .. siapa itu Ali Alatas,, kaya pernah denger namanya tapi gw lupa siapa . Eh pas gw liat berita gw baru inget Bapak Ali Alatas itu mantan menlu RI jamannya gw blom lahir mpe jamannya gw SD.

Gw penasaran ma almathum, so gw liat aja di internet biografinya dia. Wow, Wonderful !!! Cita-cita gw banget. Ternyata Ali Alatas adalah seorang diplomat handal. Itu kan cita-cita gw banget. Pas masih muda, lulus dari fakultas hukum UI dia langsung kerja di Kedubes Bangkok, jadi sekretaris. Selanjutnya karirnya terus menanjak.

Hoooo ….

gw pengen banget jadi seorang diplomat yang bisa ngebawa hubungan Indonesia dengan dunia Internasional jadi lebih baik. Kaya Alm. Bpk. Ali Alatas, SH.

By the way, ada lagi tuh diplomat Indonesia yang sekarang jadi wakil tetap Indonesia di PBB. Tapi gw lupa namanya. Kumisan gitu orangnya.

Ahh …

Pokoknya gw mau jadi diplomat .

Ya Allah, bantulah hamba dalam mewujudkan cita-cita hamba ini .emoticon 

November 25, 2008

Happiness Road To Soldier Museum .

Filed under: Uncategorized

2 days ago, all of the Happiness Society road to Soldier Museum .
We went to Soldier Museum to got the photo of the Book Year. Hahaha .. It was so wonderfull day .
That was a great moment for happiness .
huah .. i’m tired speak english .
pake bahasa Indonesia aja ah ..

iya jadi tuh tanggal 23 kemaren seeeeruuuuuu ….. abiiiiizzzzzz ….
Gokil … !!!
Foto ” …
semuanya cantik” and ganteng” ..
Pokok kee .. Seruu abizz deh ..!!!
I LOVE HAPPINESS SOOOO MUCH …. !!!!

November 22, 2008

Besok Foto Buat “BUTA”

Filed under: my life at school .

Haduh ga nyangka udah tinggal besok hari buat foto buku taunan .

Masih bingung nih, mau pake baju apaan. takut saltum . kan ga lucu kalo saltum sendiri ..

Tapi boam ah,, yang penting kan gw make bajunya comfort ..

ya kan .. ?

Be a cinderella for tomorrow !!!emoticon 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham